Semua berawal dari keingintahuan, walau saat itu kita tak tau apa itu yang dipertanyakan oleh hati...
Suatu masa yang lalu....
Pemuda : ia sedang mengamati seseorang, melihat dan memikirkan kondisi seorang kakek yang kurus - tinggi - dengan muka yang lelah. sedang berdoa penuh khusyu disalah satu masjid besar dipusat kota disalah satu kabupaten terbesar ditanah air ini, lantas ia mendekati kakek tersebut dan berkataPemuda: "kek, do'a apa yang slalu kakek amalkan'
Kakek: "Do'a biasa saja seperti orang - orang umumnya" jawabnya
Pemuda:" apa itu kek" ...mendesak bertanya ingin tahu.
Kakek: "iaa.... Do'a untuk orang tua, dan keluarga saja" ,sempat heran padahal kakek ini sendiri sudah berumur kok tetap mengingat 'orangtua'nya memasukanya dalam doa, padahal mengingat keluarganya ialah yang paling gampang baginya, menurutku.
Pemuda:"boleh ajarkan kepadaku kek doa apa itu?" ,,,nglunjak ni bocah haha
Kakek: (menghela nafas) dengan senyum simplenya ia menjawab "bacalah ini 'sapu jagat' didalamnya memuat smua keinginanmu"
Pemuda: (Bengong) sikakek berlalu dan pergi, dengan herannya pemuda terus memandanginya...........
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S. al-Baqarah [2]: 201)”
Pembawaanya yang kalem, raut mukanya yang teduh, mulutnya yang murah senyum, walau sepintas saat ku melihatnya mungkin itulah sedikit sifatnya yang dapat ku nilai.
Dan cara ia berdoa dengan kesederhanaan serta keikhlasanya itulah yang membuatku merasa takjub.
Terlepas dari apapun wujud bacaanya, saat itu aku mungkin mengerti wujud doa ialah prilakunya
Doa bisa kita tiru dengan mudah - Tapi tidak dengan kualitasnya
Wallahu A'lam...