![]() |
| Lapangan Trikora Distrik Mnadobo Kabupaten Boven Digoel, by Annisa Nanda Putri |
` Masih di kota kecil di pedalaman papua yang penuh cinta, sampai ku abadikan dalam status Whatapps ku dengan kata “bertebar cinta di bumi papua” itulah sebagian kecil kebanggaan akan kenangan berkunjung ke tanah papua. Kota kecil yang berada di tengah hutan belantara serta di lingkari oleh sungai besar, digoel. Sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat boven digoel, karenna potensi perikanannya yang sanggat besar, segala jenis ikan tersedia dengan ukuran yang tak biasa, yeaah…. wajar saja dengan besar dan panjangnya sungai digoel serta hutan yang masih terjaga membuat ekosistem tetap alami dan lestari. Sungguh nikmat yang luar biasa yang sudah tak lagi ditemukan di jawa maupun daerah lainnya, boven masih sanggat alami, indah dan menyenangkan.
![]() |
| Udang Hasil Tangkap Warga di Sungai Digoel by Krishuda |
Sore itu, seperti biasa kami semua menghabiskan waktu dengan berolahraga, lari, sepakbola, badminton, atau hanya senam jari di layar android yang hanya bisa untuk bermain onet karena tidak ada sinyal internet. Walaupun pada akhirnya hal itu juga merupakan kondisi terbaik selama beberapa dekade mengenal teknologi, bahwa kita merasa lebih hidup tanpa teknologi itu sendiri, kesana kemari hanya melalui teknologi bacot disertai komitmen menepati janji yang disepakati dalam pertemuan, haha yang menarik tak ada pembatalan tanpa tatap muka.. so happy, no gadget i am happy. Yeahh harusnya ini jadi kata penutup… Back! sore itu seperti sore-sore lainya selama hampir 3 bulan lamanya, sama indahnya setiap harinya, aku dan kita bersama tanpa kepalsuan yang biasa tampak pada fitur emotion whatapps.
![]() |
| Kondisi Jalan Raya Bandara Boven Digoel by Krishuda |
Suatu hari dikala sore di hari sabtu pada bulan september, tepat di depan lapangan trikora atau tepatnya di depan posktis SK-5 yang ada di Distrik Mandobo, distrik dimana Ibukota Kabupaten Boven Digoel ada. Sore itu tak seperti biasa masyarakat berkumpul, menebang pelepah sagu dan menyulammya secara kasar menjadikanya pagar pembatas ruang pesta, ramaiiii… sehingga ukuran ruang 5 x 6 m dapat diselesaikan dalam 1 x 45 menit, hal ini diukur dari durasi waktu kami main bola yang sedang kami lakukan kala itu. Yeahh.... cepat mereka gotong royong! Kebersamaan mereka membuatku tertarik, karena kebetulan penelitian ku mengenai sosial budaya tentu saja ini menjadi suatu perantara yang menarik untuk mengenal mereka lebih jauh. Kalian tahu, kesan pertama saat akan berinteraksi dengan mereka khususnya bagi para pendatang yang mencoba menjalin hubungan, kau akan menjadi objek perhatianya, hal ini tentu berlawanan karena aku yang akan mempelajarimu, begitulah kiranya keingin tahuan mereka sanggat tinggi. Kau tahu kenapa? Yang pasti mereka juga ingin maju dan berkembang, itu yang terbesit. Tanpa mereka tahu sebenarnya kami ingin menjadi seperti mereka, karena itu adalah nikmat yang besar, dimana kebersamaan, gotong royong suit kami temukan dikota




Tidak ada komentar:
Posting Komentar